studikustatistik

Skala Pengukuran (The scale measurement)

In statistic on September 8, 2008 at 7:10 pm

studiku

Skala pengukuran di dalam suatu penelitian kuantitatif menjadi pokok permasalahan­ tersendiri karena berkaitan pada interpretasi yang dapat diberikan kepada bilangan­-bilangan sebagai legitimasi prosedur matematis hasil pengukuran atas sejumlah data. Apakah alat ukur tingkat emosional ibu mengandung secara matematis setara dengan meteran, dapatkah hasil pengukuran psikologi dianalisis dalam cara yang sama dengan hasil pengukuran fisik, atau sebaliknya, bagaimana karakteristik data pendapatan per bulan, jenis kelamin, atau tingkat pendidikan.

 

Karaktersitik data yang diimplementasikan dalam skala sebagai berikut:

Skala nominal

 

Skala ini sama sekali tidak menunjukkan kuantitas, melain­kan cuma menunjuk ciri (label), atau golongan. Misalnya data jenis kelamin, di mana kelompok pria di beri kode 1 dan kelompok wanita diberi kode 2. Tidak ada operasi matematik yang dapat diterapkan pada data yang berskala nominal ini. Ke dua jenis data tersebut tidak memiliki makna, hanya sebagai cara dalam mengelompokan pada suatu kategori.

Skala ordinal

 

Skala ordinal adalah seperangkat objek yang diurutkan dari yang “paling atas” ke “paling bawah” dalam atribut tertentu. Misalnya, responden diminta untuk mengurutkan (rangking) merek dari yang paling atas kemudian ke bawah:

  • Nissan rangking 1
  • Honda rangking 2
  • Mazda rangking 3

Dapat diinterprestasi bahwa merek Nissan lebih disukai dibanding Honda dan Mazda, sedangkan Honda lebih disukai dibandingkan Mazda.

Namun skala ini tidak memiliki indikasi mengenai “seberapa banyak rentang” atribut itu dimiliki oleh objek yang dipersoalkan dan tidak ada indikasi mengenai jarak atau perbedaan atribut itu pada objek yang bersangkutan. Jadi tidak ada kategori jarak perbedaan antar merek tersebut (equal differences) dari ukuran atribut yang melekat. Data ber­skala ordinal ini tidak dapat dianalisis dengan metode matematis, seperti dicari rata-rata dan simpangan bakunya. Di dalam penelitian maka variabel-variabel yang berdata ordinal biasanya masuk ke dalam statistik non-parametrik.

Skala interval

 

Skala interval merupakan ranking preferensi juga pemberian nilai (rate), misalnya:

  • Skala 1 Sangat Tidak Setuju
  • Skala 2 Tidak Setuju
  • Skala 3 Ragu-Ragu
  • Skala 4 Setuju
  • Skala 5 Sangat Setuju

Ciri-ciri skala interval adalah memiliki informasi rangking, memiliki jarak antara objek yang satu ke objek lainnya pada atribut yang dipersoalkan, namun tidak ada informasi mengenai besaran mutlak atribut untuk masing-masing objek, karena harga nolnya tidak diketahui. Skala ini tidak dapat menyatakan bahwa ”sangat setuju” adalah kelipatan lima kali dari ”Sangat Tidak Setuju”. Data yang berskala interval dapat diolah dengan metode matematis dan statistika inferensial.

Skala Ratio (Nisbah)

 

Skala ini nisbah memiliki informasi rangking objek pada atribut tertentu diketahui, memiliki informasi jarak (interval) antara objek yang satu ke objek lainnya pada atribut yang dipersoalkan, dan memiliki informasi mengenai jarak masing-masing objek itu dari titik nol rasional. Misalnya meja ”putih” lebih panjang dua kali lipat dari meja ”merah” yang berukuran 1 meter. Skala ini lebih banyak diterapkan di bidang studi eksak, sedangkan di bidang studi sosial hampir tidak pernah digunakan.

studiku

%d bloggers like this: